Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita - Green de Nature - Green de Nature

Home Gatal/Eksim Wasir/Ambeien Kutil/Mata Ikan Sipilis/Gonore Tumor/Kanker Herpes Obat Herbal Info Kesehatan
SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA
 
deNature Indonesia - Pusat Penjualan Obat Herbal Terbesar di Indonesia
Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia & luar negeri
 
Pemesanan obat hubungi
082266660226 (Call/SMS)
087719707073 (WhatsApp)
D3N47UR3 (PIN BBM)
   

Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita

Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita

Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita – Hubungan seksual tetap dapat dinikmati tanpa orgasme. Namun ketidakmampuan mencapai orgasme bagi sebagian orang menjadi persoalan yang cukup besar. Oleh karenanya, penting untuk mengenal apa dan bagaimana orgasme terjadi. Maka dari itu, Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita.

Yuk Intip Orgasme pada Pria dan WanitaOrgasme adalah sensasi yang dirasakan saat berhubungan seksual dengan intens dan mencapai klimaks. Sensasi ini dapat dirasakan pria maupun wanita.

Wanita terkenal paling susah orgasme jika dibandingkan pria. Hal ini membuat orgasme wanita bak misteri yang selalu menarik bagi para ahli untuk dipecahkan. Belakangan, para peneliti berhasil membongkar apa yang terjadi di kepala wanita saat orgasme.

Orgasme pada wanita termasuk topik yang agak rumit. Sejumlah wanita ada yang bisa beberapa kali merasakan orgasme, namun ada pula yang tak pernah merasakannya. Lantas bagaimana sebenarnya orgasme pada wanita terjadi?

Tahapan orgasme pada wanita itu memiliki beberapa kemiripan dengan orgasme pria. Tapi ada beberapa triknya dan pria harus tahu bagaimana bisa menyenangkan pasangan wanitanya. Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita, berikut ulasannya.

 

Orgasme pada Pria

Saat mencapai orgasme, umumnya napas pria dan wanita akan makin cepat dan kuat serta detak jantung makin cepat. Meski demikian terdapat perbedaan mendasar orgasme antara pria dengan wanita.

Periode orgasme pada pria dimulai sesaat sebelum air mani keluar hingga keluarnya air mani terakhir. Namun terkadang beberapa pria mengalami orgasme tanpa ejakulasi. Sebelum mencapai orgasme, pria mengalami beberapa tahapan yang kemudian diidentifikasi para pakar dengan nama-nama sebagai berikut:

Pembangkitan gairah
Penis menegang mengalami ereksi karena rangsangan fisik maupun psikologis. Ereksi disebabkan oleh aliran darah yang memenuhi area sepanjang penis. Skrotum mengencang dan testikel tertarik mendekat ke tubuh.

Masa persiapan
Paha dan bokong mengencang. Kepala penis mengembang dan pembuluh darah di sekitar penis penuh dengan aliran darah. Testikel bisa mengembang hingga menjadi 50 persen lebih besar. Tekanan darah, detak jantung, dan frekuensi napas pun meningkat.

Orgasme
Kontraksi pada otot dasar panggul dan kelenjar prostat mendesak air mani yang berisi sperma dan cairan sperma keluar melalui saluran kencing. Sperma diproduksi di dalam testikel dan cairan sperma diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis yang berada di belakang saluran kemih. Proses keluarnya air mani ini disebut ejakulasi.

Resolusi
Penis dan testikel kembali mengecil ke ukuran semula. Napas dan detak jantung yang tadinya kencang perlahan mereda. Jika pria terangsang namun tidak mengalami ejakulasi, proses resolusi dapat berlangsung lebih lama dan dapat menyebabkan nyeri pada testikel.

Berbeda dengan wanita, pria tidak dapat segera berejakulasi kembali setelah melepaskan air mani. Masa setelah ejakulasi dan penis serta testikel kembali ke kondisi normal dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga jam.

Produksi air mani pada pria dapat ditingkatkan dengan beberapa cara, seperti mengonsumsi cukup cairan sebelum berhubungan seksual, menunda ejakulasi, menghindari masturbasi selama beberapa hari, serta berhenti merokok. Pria yang merokok memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit daripada yang tidak merokok.

 

Orgasme pada Wanita

Sebelum mencapai orgasme, wanita mengalami beberapa tahapan dengan nama-nama sebagai berikut:

Pembangkitan gairah
Semua ini terjadi di kepala. Otak merupakan organ terseksi dari tubuh wanita. Sekali saja terpicu gairahnya, bagian tubuh lainnya mengikuti. Otak mengirimkan sinyal dari gairah ke tubuh bagian bawah. Kemudian aliran darah bertambah banyak ke vagina dan ukuran menjadi lebih besar.

Saat gairah seorang wanita bangkit, pembuluh darah dalam vagina melebar dan peredaran darah pada dinding vagina meningkat. Kondisi ini menyebabkan keluarnya cairan pelumas yang membuat vagina menjadi basah. Bagian atas vagina pun mengembang. Sementara napas dan denyut nadinya menjadi lebih cepat. Periode ini sangat menentukan tercapainya orgasme atau tidak.

Masa persiapan
Darah yang mengalir ke bagian bawah vagina membuatnya mengencang. Darah yang mengalir ke payudara makin banyak, membuat puting menegang. Klitoris tertarik mendekat ke tulang kemaluan.

Pada kebanyakan kasus, wanita tidak dapat mencapai orgasme tanpa stimulasi klitoris. Klitoris ukurannya menjadi lebih besar. Cara perangsangannya bisa dengan penis, jari, atau mainan seks.

Penetrasi
Ini bisa terjadi atau tidak. Seorang wanita dapat mencapai orgasme dengan mudah tanpa penetrasi. Ketika terjadi, vagina mengencangkan dinding dan ukurannya menjadi sempit. Cara inilah yang membuat penis menjadi lebih sering kontak dengan klitoris dalam membantu mencapai orgasme wanita.

Orgasme
Orgasme tercapai saat gairah seksual pada puncaknya. Semua otot-otot rahim, vagina dan tubuh bagian bawah mulai kontraksi, semacam bergetar. Otot tungkai juga kontraksi. Getaran ini dapat bertahan hingga satu menit. Tetapi hal tersebut juga dapat berakhir hanya dalam beberapa detik.

Sensasi menyenangkan yang dirasakan akibat hubungan seksual intens pada wanita ditandai dengan kontraksi otot genital. Kontraksi pertama adalah yang intensitas dan kesenangannya yang terkuat. Seorang wanita bisa mengalami hingga 15 kali kontraksi selama sekali orgasme.

Resolusi
Saat tubuh wanita kembali ke kondisi semula. Berbeda dengan pria, sejumlah wanita ada yang terus terangsang dan bisa merasakan orgasme selanjutnya setelah yang pertama. Inilah yang disebut multipleorgasme. Sementara wanita lainnya membutuhkan waktu istirahat sebelum mengulanginya.

 

Cara Mengatasi Kesulita Orgasme

Sebagian orang merasa kesulitan mencapai orgasme. Sementara sebagian lain lebih mudah mencapainya melalui masturbasi, tapi sulit lewat penetrasi seksual. Kesulitan mencapai orgasme dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain:

  • Sulit untuk merasa rileks.
  • Kurang pengetahuan akan hubungan seksual yang membuat kedua belah pihak nyaman.
  • Tidak mendapat rangsangan yang cukup.
  • Depresi atau merasa trauma karena pernah memiliki pengalaman seksual yang buruk.
  • Gangguan kelenjar tiroid.
  • Efek samping obat antidepresan.
  • Mengonsumsi minuman keras berlebihan.

 

Para peneliti dari Rutgers University menemukan bahwa orgasme mempengaruhi 30 bagian otak yang berbeda, termasuk yang bertanggung jawab atas emosi, sentuhan, kepuasan dan memori. Gairah seksual mematikan sistem saraf wanita sedemikian rupa sehingga tidak bisa merasakan sakit.

Dalam penelitian ini, para peneliti meminta 8 orang wanita untuk merangsang dirinya sendiri sambil berbaring di bawah selimut dalam mesin scan otak Magnetic Resonance Imaging (MRI). Mesin ini sering digunakan untuk mendeteksi keberadaan tumor otak.

Kebanyakan wanita membutuhkan waktu kurang dari 5 menit untuk mencapai orgasme. Namun ada juga wanita yang membutuhkan waktu sampai 20 menit. Selama waktu itu, mesin scan MRI mengambil foto otak peserta tiap 2 detik untuk menunjukkan bagian mana yang aktif selama orgasme.

Para ilmuwan menemukan bahwa pada waktu 2 menit sebelum orgasme, bagian otak yang aktif saat makan dan minum ikut aktif. Segera sebelum mencapai orgasme, bagian otak lainnya juga terpengaruh, misalnya korteks sensori yang menerima pesan sentuhan dari tubuh dan thalamus yang menyalurkan sinyal ke bagian tubuh lainnya.

Setelah orgasme, ada juga bagian otak lainnya yang mulai aktif. Salah satunya adalah yang bertanggung jawab atas emosi. Bagian otak yang aktif paling akhir saat orgasme adalah hipotalamus, yaitu bagian yang berfungsi mengatur suhu tubuh, rasa lapar, haus dan kelelahan.

Pada saat yang sama, daerah lain yang bertanggung jawab atas kesenangan diaktifkan, yaitu nucleus accumbens serta nukleus berekor yang bertanggung jawab atas proses daya ingat.

Pada wanita, orgasme menghasilkan respon yang sangat luas di otak dan tubuh. Beberapa wanita mengangkat tangannya berulang kali setiap sesi, seringkali hanya terpisah beberapa detik. Ini membuktikan bahwa wanita cenderung mengalami orgasme lebih lama dan dapat mengalaminya beberapa kali dengan cepat.

Hasil penelitian menemukan bahwa orgasme wanita bisa bertahan rata-rata sampai 10 – 15 detik. Sedangkan pada pria, diperkirakan orgasmenya berlangsung rata-rata hanya selama 6 detik.

Kesulitan orgasme dapat diatasi dengan terapi seks. Pada dasarnya orgasme dibangun di atas dasar intimasi antara kedua orang yang berhubungan seksual. Ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk membangun intimasi, antara lain berbicara tentang hal-hal pribadi yang disukai masing-masing, saling memijat, mandi bersama, mencium, memeluk, atau seks oral sebagai pemanasan.

Demikian ulasan mengenai Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita, semoga bermanfaat. Baca juga : Obat Penyakit Sipilis Resep Dokter di Apotik

Ads Single Sample
Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita
Artikel "Yuk Intip Orgasme pada Pria dan Wanita" ditulis oleh admin update terakhir pada 18th Agustus 2017 Categories: Tips Kesehatan Tags: , permalinks http://greendenature.com/yuk-intip-orgasme-pada-pria-dan-wanita.html di Green de Nature

Related Posts:

Leave your comment here:

Siap Kirim ke Seluruh Indonesia


Jakarta | Jember | Jepara | Jombang | Kajen | Karanganyar | Kebumen | Kediri | Kendal | Kepanjen | Klaten | Kraksaan | Kudus | Kuningan | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magelang | Magetan | Majalengka | Sumatera | Aek Kanopan | Arga Makmur | Arosuka | Balige | Banda Aceh | Bandar Lampung | Bagansiapiapi | Baganbatu | Bandar Seri Bintan | Bangkinang | Bangko | Banyuasin | Batam | Baturaja | Batusangkar | Bengkalis | Bengkulu | Binjai | Bintuhan | Bireuen | Blambangan Umpu | Blangpidie | Blang Kejeren | Bukittinggi |Dumai | Gedong Tataan | Gunung Sitoli | Gunung Sugih | Gunung Tua | Idi Rayeuk | Indralaya | Jambi | Jantho | Kabanjahe | Kalianda | Karang Baru | Karang Tinggi | Kayu Agung | Kepahiang | Kisaran | Koba | Kota Agung | Kotabumi | Kota Pinang | Kuala Tungkal | Kutacane | Lahat | Lahomi | Langsa | Lhokseumawe | Lhoksukon | Limapuluh | Liwa | Lotu | Lubuk Basung | Lubuk Bendaharo | Lubuk Linggau | Lubuk Pakam | Lubuk Sikaping | Manggar | Manna | Martapura (Sumatera Selatan) | Medan | Menggala | Mentok | Metro | Meulaboh | Muara Bungo | Muara Dua | Muara Enim | Muara Sabak | Muara Tebo | uaro Sijunjung | Mukomuko | Padang | Padang Aro | Padang Panjang | Padang Sidempuan | Pagaralam | Painan | Palembang | Pandan | Pangkalan Kerinci | Pangkal Pinang | Panguruan | Panyabungan | Pariaman | Parit Malintang | Pasir Pengarayan | Payakumbuh | Pekanbaru | Pematang Siantar | Prabumulih | Pringsewu | Rantau Prapat | Raya | Rengat | Sabang | Sarolangun | Sawahlunto | Sei Rampah | Sekayu | Selat Panjang | Sengeti | Siak Sri Indrapura | Sibolga | | Sinabang | Singkil | Sipirok | Solok | Stabat | Subulussalam | Sukadana | Suka Makmue | Sungailiat | Sungai Penuh | Takengon | Tais | Tanjung Balai (Sumatera Utara) | Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau) | Tanjung Enim | Tanjung Pandan | Tanjung Pinang | Tebing Tinggi (Sumatera Utara) | Tebing Tinggi (Sumatera Selatan) | Teluk Dalam | Teluk Kuantan | Tembilahan | Toboali | Tuapejat | Ujung Tanjung | Jawa | Ambarawa | Anyer | Bandung | Bangil | Banjar (Jawa Barat) | Banjarnegara | Bangkalan | Bantul | Banyumas | Banyuwangi | Batang | Batu | Bekasi | Blitar | Blora | Bogor | Bojonegoro | Bondowoso | Boyolali | Bumiayu | Brebes | Caruban | Cianjur | Ciamis | Cibinong | Cikampek | Cikarang | Cilacap | Cilegon | Cirebon | Demak | Depok | Garut | Gresik | Indramayu | Malang | Mojokerto | Mojosari | Mungkid | Ngamprah | Nganjuk | Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pandeglang | Pare | Pati | Pasuruan | Pekalongan | Pelabuhan Ratu | Pemalang | Ponorogo | Probolinggo | Purbalingga | Purwakarta | Purwodadi | Purwokerto | Purworejo | Rangkasbitung | Rembang | Salatiga | Sampang | Semarang | Serang | Sidayu | Sidoarjo | Singaparna | Situbondo | Slawi | Sleman | Soreang | Sragen | Subang | Sukabumi | Sukoharjo | Sumber | Sumedang | Sumenep | Surabaya | Surakarta | Tasikmalaya | Tangerang | Tangerang Selatan | Tegal | Temanggung | Tigaraksa | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Ungaran | Wates | Wlingi | Wonogiri | Wonosari | Wonosobo | Yogyakarta | Bali dan Nusa Tenggara | Atambua | Baa | Badung | Bajawa | Bangli | Bima | Denpasar | Dompu | Ende | Gianyar | Kalabahi | Karangasem | Kefamenanu | Klungkung | Kupang | Labuhan Bajo | Larantuka | Singaraja | Sumbawa Besar | Tabanan | Taliwang | Tambolaka | Tanjung (Nusa Tenggara Barat) | Negara,Bali | Kalimantan | Pontianak | Samarinda | Banjarmasin | Balikpapan | Singkawang | Palangkaraya | Ketapang | Sintang | Tarakan | Putussibau | Sambas | Sampit | Banjarbaru | Barabai | Batang Tarang | Batulicin | Bengkayang | Bontang | Kotabaru | Kuala Kapuas | Kuala Kurun | Kuala Pembuang | Malinau | Martapura | Muara Teweh | Nunukan | Pangkalan Bun | Paringin | Pelaihari | Penajam | Pulang Pisau | Rantau | Sangatta | Sebatik | Sekadau | Sendawar | Sukamara | Sungai Raya | Tamiang Layang | Tanah Grogot | Tanjung | Tanjung Selor | Tanjung Redeb | Tenggarong | Tideng Pale | Sulawesi | Airmadidi | Ampana | Amurang | Andolo | Banggai | Bantaeng | Barru | Bau-Bau | Benteng | Bitung | Bulukumba | Bungku | Buol | Buranga | Donggala | Enrekang | Gorontalo | Jeneponto | Kawangkoan | Kendari | Kolaka | Kotamobagu | Kota Raha | Kwandang | Lasusua | Luwuk | Majene | Makale | Makassar (Ujung Pandang) | Malili | amasa | Mamuju | Manado (Menado) | Marisa | Maros | Masamba | Melonguane | Ondong Siau | Palopo | Palu | Pangkajene | Pare-Pare | Parigi | Pasangkayu | Pinrang | Polewali | Poso | Rantepao | Ratahan | Rumbia | Sengkang | Sinjai | Sunggu Minasa | Suwawa | Tahuna | Takalar | Tilamuta | Toli Toli | Tomohon | Watampone | Watan Soppeng | Cliquers | Libuo Palma | Maluku dan Papua | Ambon | Biak | Halmahera Barat | Halmahera Selatan | Halmahera Tengah | Halmahera Timur | Halmahera Utara | Intan Jaya | Jayapura | Jayapura (kota) | Maluku Barat Daya | Maluku Tengah | Maluku Tenggara | Maluku Tenggara Barat | Mamberamo Raya | Mamberamo Tengah | Manokwari | Manokwari Selatan | Merauke | Mimika | Nabire | Puncak Jaya | Raja Ampat | Sorong | Sorong Selatan | Ternate | Aceh | Bali | Bangka Belitung | Banten | Jawa Barat | Jawa Tengah | Jawa Timur | Kalimantan Barat | Kalimantan Selatan | Kalimantan Tengah | Kalimantan Timur | Kalimantan Utara | Kepulauan Riau | Lampung | Maluku Utara | Maluku | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur | Papua Barat | Papua | Riau | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tengah | Sulawesi Tenggara | Sulawesi Utara | Sumatera Barat | Sumatera Selatan | Sumatera Utara | Pangkalpinang | Jakarta Barat | Jakarta Pusat | Jakarta Selatan | Jakarta Timur | Jakarta Utara | Cimahi | Banjar | Tanjungpinang | Tidore Kepulauan | Makassar | Parepare | Manado | Padangpanjang | Lubuklinggau | Pematangsiantar | Tebingtinggi | Tanjungbalai |

De Nature Indonesia - Green de Nature