Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen - Green de Nature - Green de Nature

Home Gatal/Eksim Wasir/Ambeien Kutil/Mata Ikan Sipilis/Gonore Tumor/Kanker Herpes Obat Herbal Info Kesehatan
SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA
 
deNature Indonesia - Pusat Penjualan Obat Herbal Terbesar di Indonesia
Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia & luar negeri
 
Pemesanan obat hubungi
082266660226 (Call/SMS)
087719707073 (WhatsApp)
D3N47UR3 (PIN BBM)
   

Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen

Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen

Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen – Masalah hubungan intim memang dapat menjadi hal yang penting bagi sebuah hubungan pernikahan. Problematika dalam berhubungan intim, salah satunya ejakulasi dini, memang dapat membuat seorang pria merasa malu. Tapi jangan dulu bersedih dan putus asa, karena ada beberapa obat alami ejakulasi dini yang dipercaya ampuh dalam mengatasi ejakulasi dini.

Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan PermanenEjakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan.

Ejakulasi dini merupakan kondisi di mana seorang pria mengalami ejakulasi terlalu cepat dalam berhubungan intim. Misalnya saja, Anda tidak bisa menahan ejakulasi selama berhubungan intim. Selain itu, sekitar semenit setelah penetrasi, Anda hampir atau selalu langsung mengalami ejakulasi. Faktor yang menyebabkan terjadinya ejakulasi dini juga beragam, bisa karena faktor biologis atau psikologis.

Penelitian terakhir menyebutkan bahwa ejakulasi dini adalah ketidakmampuan mengontrol ejakulasi secara seksual maupun emosional. Namun harus dievaluasi lagi, bahwa ada pria yang ejakulasi dalam waktu 1 menit tetap ‘senang’ saja karena pasangannya terpuaskan, sedangkan ada pria yang ejakulasi dalam 10 menit yang merasa mengalami ejakulasi dini karena tidak mampu memuaskan pasangannya.

Penyebab dari ED harus dicari terlebih dahulu, apakah psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ED sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis.

ED sendiri terbagi atas primer (ED terjadi dari awal postpubertas) atau sekunder (sebelumnya ejakulasi normal dan tiba-tiba menjadi ED). Penyebab dari ED ini sebaiknya Anda cari dan kenali agar penatalaksanaan yang dilakukan dapat tuntas.

 

Penyebab Ejakulasi Dini

Penyebabnya ejakulasi dini bisa difaktori berbagai macam faktor. Dari kejiwaan hingga ke aspek kondisi kesehatan tubuh. Berikut diantara aspek pencetus ejakulasi dini:

  1. Rasa panik
  2. Stres
  3. Kecanduan obat
  4. Masalah dalam hubungan sehari-hari dengan pasangan
  5. Perubahan status dalam sosial
  6. Gangguan ereksi
  7. Libido rendah.

Hubungan seksual aktif tidak termasuk diantaranya. Selama Anda terhindar dari kondisi-kondisi di atas, diharapkan dapat mencegah terjadinya ejakulasi dini.

 

Solusi Ejakulasi Dini secara Permanen

Bagi Anda yang mengalami masalah ini, sebaiknya tidak perlu terlalu stres. Karena, kondisi ini sebenarnya masih tergolong dapat diatasi. Baik dengan beragam teknik hingga pengobatan tertentu. Kuncinya satu, jangan malu berkonsultasi.

Beberapa cara yang dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dini adalah :

  • Jangan menggunakan narkotik atau alkohol.
  • Cobalah untuk relaks atau santai sebelum berhubungan seksual.
  • Bernapas dalam. Salah satu cara yang paling mudah untuk santai ketika berhubungan adalah menarik napas dalam.
  • Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum berhubungan dapat memperlama fase ereksi
  • Arah pikiran dan konsentrasi. Arahkan pikiran pada sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan seks ketika berhubungan badan. Bisa juga sambil memikirkan yang tidak sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang diterima.
  • Mengurangi sensitifitas pada penis. Gunakan kondom, cream atau alat bantu seks lainnya yang dapat mengurangi rangsangan yang diterima oleh pihak pria. Kondom yang digunakan sebaiknya yang ukuran tebal agar dapat mengurangi rangsangan yang bakal diterima nanti.
  • Posisi yang tepat. Carilah posisi-posisi hubungan intim yang biasanya dapat anda nikmati dalam waktu yang lama. Pakailah posisi tersebut di awal permainan agar dapat tahan lama dan pasangan anda bisa orgasme atau keluar lebih dahulu.

 

Teknik Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen

Teknik ini cukup efektif untuk mengontrol ejakulasi. Melakukan teknik Stop-Start yang dipopulerkan oleh Masters dan Johson. Cara yang dilakukan adalah:

  1. Pasangan wanita memulai dengan rangsangan pada penis pria dan menghentikannya ketika pria merasakan sensasi yang dapat membuat ejakulasi.
  2. Pasangan wanita kemudian memberikan tekanan lembut pada penis tepat dibelakang kepala penis sampai sensasi tersebut menghilang.
  3. Pria bernapas dalam dan merasakan sensasi tersebut dan berusaha mengendalikannya.
  4. Apabila sensasi sudah menghilang maka rangsangan dapat diberikan kembali oleh pasangan wanita.
  5. Lakukan berulang-ulang sampai kurang lebih 10 kali
    Setelah berlatih metode ini, pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan pasangan wanita berada di posisi atas

Latihan ini adalah latihan pengendalian diri di dalam berhubungan intim. Jika keluhan masih belum dapat teratasi, segera menghubungi dokter spesialis andrologi untuk konsultasi lebih lanjut.

 

Berikut ini adalah beberapa Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen yang perlu Anda ketahui, guna membantu Anda dalam mengatasi masalah ejakulasi.

  1. Kulit kayu manis. Minyak yang didapatkan di dalam kulit kayu manis dipercaya dapat mengurangi kontraksi otot. Sehingga dipercaya dapat mengatasi ejakulasi dini. Meski tergolong memiliki efek yang lemah. Jika tertarik untuk menggunakannya, Anda bisa membalur bagian penis dengan kulit kayu manis. Tentu bukan kulit kayu manis utuh yang Anda balurkan, tapi kulit kayu manis dalam bentuk krim, dengan bahan-bahan campurannya, yang bisa dibeli.
  2. Cengkeh. Cengkeh tidak hanya dapat ditemukan di dalam rokok ataupun makanan tertentu. Cengkeh yang digabungkan dengan bahan lainnya di dalam sebuah krim, dapat membantu Anda dalam mengatasi ejakulasi dini. Selain sebagai obat alami ejakulasi dini, cengkeh juga dapat berguna untuk mengatasi hernia, diare, dan napas tidak sedap.
  3. Panax ginseng. Panax ginseng merupakan ginseng yang tumbuh di China bagian timur laut, Siberia timur jauh, dan Korea. Bagian dari jenis ginseng ini yang paling sering digunakan adalah akarnya. Panax ginseng yang dicampurkan dengan bahan lain di dalam satu produk krim dipercaya dapat menjadi obat alami ejakulasi dini. Jika Anda tertarik menjadikan panax ginseng sebagai salah satu obat andalan, Anda bisa menggunakan krim yang mengandung panax ginseng satu jam sebelum Anda melakukan hubungan intim. Tentunya, dengan membersihkan krim tersebut terlebih dahulu segera sebelum melakukan hubungan intim. Agar krim tersebut tidak tertinggal di organ kewanitaan pasangan Anda.
  4. Dong quai. Mungkin Anda belum terlalu familiar dengan jenis obat yang satu ini. Dong quai merupakan jenis tanaman yang bagian akarnya dapat digunakan untuk dijadikan obat. Mulai dari obat untuk mengatasi nyeri kram saat menstruasi, sakit sendi, hingga masalah ejakulasi dini. Dalam penggunaannya untuk mengatasi ejakulasi dini, Anda bisa mengolesi bagian penis dengan krim yang mengandung dong quai.
  5. Angelica. Jika dong quai hanya bagian akarnya yang digunakan sebagai obat, Angelica dapat digunakan bagian biji, buah, hingga akarnya untuk dijadikan bahan pembuatan obat. Sama dengan beberapa obat alami ejakulasi dini lainnya, Anda dapat menggunakan Angelica dalam bentuk krim yang memiliki campuran bahan lainnya. Seperti kulit kayu manis, cengkeh, akar panax ginseng, dan beberapa tanaman lainnya. Khusus bagian akar Angelica dipercaya dapat membantu masalah ejakulasi dini karena kandungan yang terdapat di dalamnya dapat meningkatkan indera perasa atau sensasi yang diterima penis, dan meningkatkan ambang getaran pada penis.

Dalam penggunaan beberapa jenis obat alami ejakulasi dini di atas, ingat dan perhatikan baik-baik kebersihan penis Anda sebelum dan sesudah menggunakannya. Jangan sampai krim masih tersisa di bagian penis Anda ketika Anda hendak berhubungan dengan pasangan.

Gunakan Juga Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen Ini

Selain mengoleskan bagian penis dengan obat alami ejakulasi, Anda juga dapat melakukan beberapa teknik guna mengatasi ejakulasi dini, menurut seorang dokter ahli. Misalnya dengan melakukan senam kegel atau melakukan teknik meremas bagian pangkal penis. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ereksi. Anda bisa mencobanya terlebih dahulu, hingga menemukan titik yang tepat. Kemudian, ajarkan pasangan Anda untuk melakukan hal ini.

Jika tidak ingin repot, Anda juga bisa menggunakan kondom yang memiliki pengendali klimaks yang mengandung benzokain di ujungnya. Sehingga dapat menahan klimaks atau ejakulasi setidaknya sekitar lima menit.

Salah satu cara termudah menahan ejakulasi dini adalah dengan latihan pernapasan. Napas yang pendek dan cepat akan meningkatkan detak jantung, hingga akhirnya menyebabkan ejakulasi dini. Jika Anda bisa berlatih pernapasan yang panjang dan dalam akan membantu dalam mengatasi ejakulasi dini.

Jangan bersedih atau bahkan malu ketika Anda mengalami ejakulasi dini, konsultasikan hal ini kepada dokter Anda guna menghindari stres atau depresi. Serta lakukan beberapa teknik di atas, atau gunakan beragam obat alami ejakulasi dini dengan tepat dan aman. Jangan ragu atau malu untuk mengonsultasikan dengan dokter gangguan ejakulasi dini yang Anda alami.

Demikian ulasan tentang Solusi Ejakulasi Dini secara Alami dan Permanen, semoga bermanfaat. Baca juga : Obat Penyakit Sipilis Resep Dokter di Apotik

Ads Single Sample

Related Posts:

Leave your comment here:

Siap Kirim ke Seluruh Indonesia


Jakarta | Jember | Jepara | Jombang | Kajen | Karanganyar | Kebumen | Kediri | Kendal | Kepanjen | Klaten | Kraksaan | Kudus | Kuningan | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magelang | Magetan | Majalengka | Sumatera | Aek Kanopan | Arga Makmur | Arosuka | Balige | Banda Aceh | Bandar Lampung | Bagansiapiapi | Baganbatu | Bandar Seri Bintan | Bangkinang | Bangko | Banyuasin | Batam | Baturaja | Batusangkar | Bengkalis | Bengkulu | Binjai | Bintuhan | Bireuen | Blambangan Umpu | Blangpidie | Blang Kejeren | Bukittinggi |Dumai | Gedong Tataan | Gunung Sitoli | Gunung Sugih | Gunung Tua | Idi Rayeuk | Indralaya | Jambi | Jantho | Kabanjahe | Kalianda | Karang Baru | Karang Tinggi | Kayu Agung | Kepahiang | Kisaran | Koba | Kota Agung | Kotabumi | Kota Pinang | Kuala Tungkal | Kutacane | Lahat | Lahomi | Langsa | Lhokseumawe | Lhoksukon | Limapuluh | Liwa | Lotu | Lubuk Basung | Lubuk Bendaharo | Lubuk Linggau | Lubuk Pakam | Lubuk Sikaping | Manggar | Manna | Martapura (Sumatera Selatan) | Medan | Menggala | Mentok | Metro | Meulaboh | Muara Bungo | Muara Dua | Muara Enim | Muara Sabak | Muara Tebo | uaro Sijunjung | Mukomuko | Padang | Padang Aro | Padang Panjang | Padang Sidempuan | Pagaralam | Painan | Palembang | Pandan | Pangkalan Kerinci | Pangkal Pinang | Panguruan | Panyabungan | Pariaman | Parit Malintang | Pasir Pengarayan | Payakumbuh | Pekanbaru | Pematang Siantar | Prabumulih | Pringsewu | Rantau Prapat | Raya | Rengat | Sabang | Sarolangun | Sawahlunto | Sei Rampah | Sekayu | Selat Panjang | Sengeti | Siak Sri Indrapura | Sibolga | | Sinabang | Singkil | Sipirok | Solok | Stabat | Subulussalam | Sukadana | Suka Makmue | Sungailiat | Sungai Penuh | Takengon | Tais | Tanjung Balai (Sumatera Utara) | Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau) | Tanjung Enim | Tanjung Pandan | Tanjung Pinang | Tebing Tinggi (Sumatera Utara) | Tebing Tinggi (Sumatera Selatan) | Teluk Dalam | Teluk Kuantan | Tembilahan | Toboali | Tuapejat | Ujung Tanjung | Jawa | Ambarawa | Anyer | Bandung | Bangil | Banjar (Jawa Barat) | Banjarnegara | Bangkalan | Bantul | Banyumas | Banyuwangi | Batang | Batu | Bekasi | Blitar | Blora | Bogor | Bojonegoro | Bondowoso | Boyolali | Bumiayu | Brebes | Caruban | Cianjur | Ciamis | Cibinong | Cikampek | Cikarang | Cilacap | Cilegon | Cirebon | Demak | Depok | Garut | Gresik | Indramayu | Malang | Mojokerto | Mojosari | Mungkid | Ngamprah | Nganjuk | Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pandeglang | Pare | Pati | Pasuruan | Pekalongan | Pelabuhan Ratu | Pemalang | Ponorogo | Probolinggo | Purbalingga | Purwakarta | Purwodadi | Purwokerto | Purworejo | Rangkasbitung | Rembang | Salatiga | Sampang | Semarang | Serang | Sidayu | Sidoarjo | Singaparna | Situbondo | Slawi | Sleman | Soreang | Sragen | Subang | Sukabumi | Sukoharjo | Sumber | Sumedang | Sumenep | Surabaya | Surakarta | Tasikmalaya | Tangerang | Tangerang Selatan | Tegal | Temanggung | Tigaraksa | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Ungaran | Wates | Wlingi | Wonogiri | Wonosari | Wonosobo | Yogyakarta | Bali dan Nusa Tenggara | Atambua | Baa | Badung | Bajawa | Bangli | Bima | Denpasar | Dompu | Ende | Gianyar | Kalabahi | Karangasem | Kefamenanu | Klungkung | Kupang | Labuhan Bajo | Larantuka | Singaraja | Sumbawa Besar | Tabanan | Taliwang | Tambolaka | Tanjung (Nusa Tenggara Barat) | Negara,Bali | Kalimantan | Pontianak | Samarinda | Banjarmasin | Balikpapan | Singkawang | Palangkaraya | Ketapang | Sintang | Tarakan | Putussibau | Sambas | Sampit | Banjarbaru | Barabai | Batang Tarang | Batulicin | Bengkayang | Bontang | Kotabaru | Kuala Kapuas | Kuala Kurun | Kuala Pembuang | Malinau | Martapura | Muara Teweh | Nunukan | Pangkalan Bun | Paringin | Pelaihari | Penajam | Pulang Pisau | Rantau | Sangatta | Sebatik | Sekadau | Sendawar | Sukamara | Sungai Raya | Tamiang Layang | Tanah Grogot | Tanjung | Tanjung Selor | Tanjung Redeb | Tenggarong | Tideng Pale | Sulawesi | Airmadidi | Ampana | Amurang | Andolo | Banggai | Bantaeng | Barru | Bau-Bau | Benteng | Bitung | Bulukumba | Bungku | Buol | Buranga | Donggala | Enrekang | Gorontalo | Jeneponto | Kawangkoan | Kendari | Kolaka | Kotamobagu | Kota Raha | Kwandang | Lasusua | Luwuk | Majene | Makale | Makassar (Ujung Pandang) | Malili | amasa | Mamuju | Manado (Menado) | Marisa | Maros | Masamba | Melonguane | Ondong Siau | Palopo | Palu | Pangkajene | Pare-Pare | Parigi | Pasangkayu | Pinrang | Polewali | Poso | Rantepao | Ratahan | Rumbia | Sengkang | Sinjai | Sunggu Minasa | Suwawa | Tahuna | Takalar | Tilamuta | Toli Toli | Tomohon | Watampone | Watan Soppeng | Cliquers | Libuo Palma | Maluku dan Papua | Ambon | Biak | Halmahera Barat | Halmahera Selatan | Halmahera Tengah | Halmahera Timur | Halmahera Utara | Intan Jaya | Jayapura | Jayapura (kota) | Maluku Barat Daya | Maluku Tengah | Maluku Tenggara | Maluku Tenggara Barat | Mamberamo Raya | Mamberamo Tengah | Manokwari | Manokwari Selatan | Merauke | Mimika | Nabire | Puncak Jaya | Raja Ampat | Sorong | Sorong Selatan | Ternate | Aceh | Bali | Bangka Belitung | Banten | Jawa Barat | Jawa Tengah | Jawa Timur | Kalimantan Barat | Kalimantan Selatan | Kalimantan Tengah | Kalimantan Timur | Kalimantan Utara | Kepulauan Riau | Lampung | Maluku Utara | Maluku | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur | Papua Barat | Papua | Riau | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tengah | Sulawesi Tenggara | Sulawesi Utara | Sumatera Barat | Sumatera Selatan | Sumatera Utara | Pangkalpinang | Jakarta Barat | Jakarta Pusat | Jakarta Selatan | Jakarta Timur | Jakarta Utara | Cimahi | Banjar | Tanjungpinang | Tidore Kepulauan | Makassar | Parepare | Manado | Padangpanjang | Lubuklinggau | Pematangsiantar | Tebingtinggi | Tanjungbalai |

De Nature Indonesia - Green de Nature