Resiko dan Penanganan yang Tepat untuk Wasir pada Ibu Hamil - Green de Nature - Green de Nature

Home Gatal/Eksim Wasir/Ambeien Kutil/Mata Ikan Sipilis/Gonore Tumor/Kanker Herpes Obat Herbal Info Kesehatan
SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA
 
deNature Indonesia - Pusat Penjualan Obat Herbal Terbesar di Indonesia
Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia & luar negeri
 
Pemesanan obat hubungi
082266660226 (Call/SMS)
087719707073 (WhatsApp)
D3N47UR3 (PIN BBM)
   

Resiko dan Penanganan yang Tepat untuk Wasir pada Ibu Hamil

Resiko dan Penanganan yang Tepat untuk Wasir pada Ibu Hamil

Resiko dan Penanganan yang Tepat untuk Wasir pada Ibu Hamil – Kehamilan membuat Anda lebih rentan terhadap ambeien dan varises kaki, dan terkadang bahkan varises vulva vagina. Rahim Anda yang semakin membesar hari demi hari menekan pembuluh darah panggul dan pembuluh balik bawah (vena cava inferior), sebuah pembuluh darah besar di sisi kanan tubuh yang menerima darah dari tungkai kaki bagian bawah. Tekanan ini bisa memperlambat aliran darah kembali dari bagian bawah tubuh menuju jantung, kemudian meningkatkan tekanan pada pembuluh darah rahim sehingga menyebabkan pembuluh darah tersebut melebar dan bengkak.

Selain itu, peningkatan hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan dinding pembuluh darah Anda mengendur, yang menyebabkan mereka lebih mudah membengkak. Progesteron juga berkontribusi terhadap sembelit dengan memperlambat kerja saluran usus Anda.

Resiko dan Penanganan yang Tepat untuk Wasir pada Ibu HamilWasir atau hemoroid adalah pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena wasir berada di dalam atau di sekitar bokong, yaitu di dalam rektum atau di dalam anus. Kebanyakan hemoroid adalah penyakit ringan dan bahkan tidak menimbulkan gejala.

Gejala yang muncul akibat wasir atau hemoroid pada umumnya ringan. Gejalanya bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Beberapa orang bahkan tidak menyadari mereka menderita hemoroid karena mereka tidak mengalami gejala sama sekali.

Gejala yang sering kali muncul adalah:

  • Pendarahan setelah buang air besar tanpa rasa nyeri. Warna darah akan merah terang.
  • Benjolan tergantung di luar anus yang terasa nyeri dan sensitif. Benjolan ini biasanya didorong kembali ke dalam setelah buang air besar.
  • Kotoran keluar dengan sendirinya melalui anus.
  • Mengalami gatal-gatal atau iritasi, sakit, merah dan bengkak di sekitar anus.
  • Keluarnya mukosa atau lendir setelah buang air besar.

Penyebab ambeien ternyata lebih dari sekedar kurang serat saja. Masih banyak faktor lain yang dapat memicu munculnya penyakit yang memiliki nama lain wasir ini.

Resiko dan Penanganan yang Tepat untuk Wasir pada Ibu Hamil

Jangan Anggap Sepele Penyebab Ambeien Berikut!

Meski tak sampai membahayakan nyawa penderitanya, namun kita tahu bahwa wasir bukanlah penyakit yang boleh dianggap sepele. Dan untuk menghindarinya, maka kita perlu tahu apa saja kira-kira hal yang menjadi penyebab ambeien. Berikut 11 penyebab ambeien yang harus kita waspadai:

1. Kurang serat

Makanan berserat membantu mengikat air ke dalam usus besar sehingga proses BAB bisa terjadi dengan lancar. Namun ketika tubuh kurang serat, maka seseorang akan mengalami konstipasi sehingga harus mengejan lebih keras saat BAB. Tekanan yang timbul saat mengejan (ngeden) inilah yang biasanya melemahkan pembuluh darah di sekitar dubur sehingga resiko terkena wasir jadi meningkat.

Penyebab ambeien yang satu ini sangat mudah kita antisipasi, yaitu dengan mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buah. Lagi-lagi kembali kepada pribadi masing-masing, mau melakukannya atau tidak.

2. Obesitas

Ada beberapa alasan mengapa mereka yang obesitas memiliki kemungkinan menderita wasir lebih besar. Pertama, karena berat badan berlebih memberikan tekanan lebih besar pada area pinggul dan rektum, sehingga melemahkan pembuluh darah dan otot di area tersebut. Alasan lainnya adalah karena mereka yang memiliki berat badan berlebih biasanya juga kurang serat dan jarang olahraga, sehingga lebih sering mengalami konstipasi.

3. Kehamilan

Resiko seorang wanita terkena wasir biasanya cenderung meningkat ketika ia sedang hamil. Penyebabnya sama seperti faktor obesitas di atas, yakni berat berlebih dari janin dalam kandungan menekan area pinggul dan sekitarnya. Kondisi ini akan menghambat aliran balik pembuluh darah ke jantung, sehingga banyak darah terbendung di daerah anus dan rektum, pembuluh darah melebar lalu timbullah wasir.

Selain saat hamil, tak sedikit juga perempuan yang justru menderita wasir usai melahirkan karena besarnya tekanan yang terjadi pada otot dan pembuluh darah di area sekitar jalan lahir.

4. Diare dan konstipasi

Tekanan terus menerus pada lubang dubur dapat membuat lemah pembuluh darah sekitarnya. Uniknya, hal ini tak hanya dikarenakan kurang serat saja. Beberapa studi bahkan mendapati dari antara orang-orang yang sering terkena ambeien, ada yang memiliki lubang dubur berukuran kecil. Otomatis orang-orang tersebut butuh usaha ekstra untuk mengejan saat BAB.

Sulit buang air besar atau konstipasi menjadi penyebab ambeien karena feses harus dikeluarkan dengan mengejan kuat. Hal ini berdampak buruk terhadap pembuluh darah di sekitar anus, pembuluh darah menjadi melebar dan mudah rapuh akibat tekanan kuat.

5. Usia

Seiring bertambahnya umur, biasanya jaringan otot dan pembuluh darah di area dubur juga melemah sehingga resiko wasir jadi meningkat.

6. Cedera sumsum tulang belakang

Jika seseorang pernah mengalami kecelakaan yang kemudian mencederai sumsum tulang belakangnya, maka kondisi tersebut juga bisa merusak saraf di rektum. Salah satu akibatnya adalah tubuh tak bisa mendeteksi, apakah usus besar sudah ‘penuh’ atau belum. Tanpa sadar, ia malah jadi lebih sering menahan BAB, dan tekanan saat menahan inilah yang kemudian memicu ambeien.

7. Dampak setelah operasi dubur

Tergantung dari bagaimana proses operasinya, rektum juga bisa rusak karenanya, sehingga sulit bagi seseorang untuk merasakan yang namanya kebelet atau panggilan alam (BAB).

8. Kanker kolon

Salah satu gejala kanker usus besar yaitu pendarahan seringkali disalahartikan sebagai wasir. Namun, tak seperti wasir, kanker usus besar umumnya juga menimbulkan gejala lain seperti adanya rasa sakit pada perut bagian bawah, hingga turunnya berat badan secara drastis. Kalau Anda menderita beberapa gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Siapa tahu penyebab ambeien selama ini adalah karena kanker kolon.

9. IBS

Gangguan pencernaan semacamIBS (irritable bowel syndrome) biasanya membuat penderitanya mengalami konstipasi dan diare yang terlalu sering. Selain mengalami ambeien, seseorang yang mengidap penyakit pencernaan ini juga akan merasakan sakit, kram, hingga kembung pada bagian perutnya.

10. Penyakit Crohn (radang usus)