Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun - Green de Nature - Green de Nature

Home Gatal/Eksim Wasir/Ambeien Kutil/Mata Ikan Sipilis/Gonore Tumor/Kanker Herpes Obat Herbal Info Kesehatan
SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA
 
deNature Indonesia - Pusat Penjualan Obat Herbal Terbesar di Indonesia
Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia & luar negeri
 
Pemesanan obat hubungi
082266660226 (Call/SMS)
087719707073 (WhatsApp)
D3N47UR3 (PIN BBM)
   

Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun

Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun

Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun – Kesuburan seorang wanita dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah usia. Di atas usia 35 tahun kesuburan wanita akan menurun. Meski Anda masih merasa muda di usia yang matang ini, tetapi sebenarnya sel telur menjadi lebih rapuh dan tidak sekuat beberapa tahun sebelumnya.

Fakta Resiko Hamil di Atas 35 TahunUmumnya, wanita di usia 35 tahun ke atas akan relatif lebih lama menantikan kehamilan. Tapi sebagian besar ibu hamil di atas usia 35 tahun bisa melahirkan bayi yang sehat. Kali ini kita akan mengupas mengenai Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun.

Risiko komplikasi pada wanita yang hamil di atas usia 35 memang lebih tinggi dibandingkan yang hamil di usia lebih muda. Namun banyak cara yang dapat dilakukan untuk memastikan seorang ibu melahirkan bayi yang sehat.

Di satu pihak, Moms yang hamil pada usia 35 tahun ke atas umumnya lebih siap secara mental dan mapan secara ekonomi. Namun, di luar itu, tak sedikit pula risiko yang mengancam kesehatan ibu maupun janin.

Jika Anda saat ini sedang hamil untuk kali pertama, kedua atau ketiga pada usia tersebut, tak perlu khawatir berlebihan. Secara statistik, memang disebutkan angka mortalitas bayi dan ibunya lebih tinggi seiring pertambahan usia si ibu, tapi hal tersebut tidak spesifik. Artinya, pada ibu hamil –berapa pun usianya– risiko tetap ada.

Setiap orang kondisinya berbeda-beda. Mungkin saja ditemukan risiko atau komplikasi pada BuMil yang usianya masih muda, sedangkan pada BuMil usia tua ternyata normal-normal saja.

 

Para perempuan yang baru menjadi ibu di usia 35 tahun tak perlu khawatir karena studi dalam jurnal International Journal of Epidemiology menunjukkan kehamilan di usia itu bisa membuat anak terlahir lebih cerdas. Dalam studi itu diketahui anak-anak yang terlahir dari ibu yang berusia lebih tua (35 tahunan) cenderung lebih baik dalam tes kemampuan kognitif ketimbang bayi yang lahir dari ibu muda.

“Penelitian kami adalah yang pertama untuk melihat bagaimana kemampuan kognitif anak yang lahir dari ibu yang lebih tua bergeser seiring waktu dan apa yang berperan dalam pergeseran ini,” kata pemimpin studi Alice Goisis, peneliti dari London School of Economics and Political Science, seperti dikutip Antara.

Menurut studi, pergeseran ini antara lain disebabkan perubahan karakteristik perempuan yang memiliki anak pada usia yang lebih tua. Ibu yang berusia lebih tua cenderung lebih diuntungkan daripada ibu muda. Misalnya, mereka lebih berpendidikan, cenderung tak merokok selama kehamilan, dan mapan kariernya. Kondisi ini tak sepenuhnya benar di masa lalu.

Untuk keperluan studi, para peneliti menganalisis data dari tiga studi longitudinal di Inggris, yakni National Child Development Study pada 1958, British Cohort Study di 1970, dan Millennium Cohort Study 2001.

Studi-studi tersebut menguji kemampuan kognitif anak-anak saat mereka berusia 10-11 tahun. Pada studi 1958 dan 1970 diketahui anak yang lahir dari ibu berusia 25-29 tahun memperoleh angka ujian lebih tinggi daripada mereka yang lahir dari ibu berusia 35-39 tahun.

Namun studi pada 2001 menunjukkan hasil sebaliknya. Hal ini terjadi saat para peneliti memasukkan variabel karakteristik ekonomi dan sosial sehingga muncul perbedaan. Hal ini menunjukkan perubahan karakteristik perempuan yang memiliki anak pada usia yang lebih tua sangat mungkin menjadi alasan perbedaan temuan ini.

Kemampuan kognitif penting bagi anak karena merupakan prediktor kuat bagaimana mereka menjalani kehidupan di masa mendatang dalam hal pencapaian pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan mereka.

 

Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun

Mengenali Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun dapat membuat ibu hamil lebih waspada dan dapat bekerja sama dengan dokter dalam menangani situasi tersebut. Risiko-risiko yang dimaksud, antara lain:

  • Menurunnya tingkat kesuburan

Setelah usia 35 tahun, kesuburan wanita cenderung menurun sehingga relatif lebih lama menanti datangnya buah hati. Hal ini dilatarbelakangi kondisi-kondisi berikut.

  1. Penurunan jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi.
  2. Perubahan hormon yang berakibat pada perubahan ovulasi.
  3. Lebih tingginya kemungkinan ada kondisi medis tertentu seperti endometriosis yang dapat memengaruhi peluang kehamilan.
  • Bayi yang tidak normal

Pembelahan sel telur yang abnormal, disebut nondisjunction, menyebabkan kemungkinan memiliki anak dengan cacat lahir atau kondisi akibat kelainan kromosom seperti sindrom Down, akan meningkat seiring pertambahan usia wanita. Kondisi tersebut diperkirakan akan terjadi pada 1 dari 30 ibu hamil berusia 45 tahun ke atas.

  • Risiko keguguran

Risiko keguguran pada usia kehamilan sebelum 4 bulan atau bayi meninggal di dalam kandungan meningkat sekitar 10 persen pada wanita berusia 40 dibandingkan dengan mereka yang hamil pada usia 20-an. Keguguran umumnya disebabkan oleh masalah pada kromosom atau genetika janin.

  • Bayi lahir prematur atau berat badan kurang dari normal

Wanita yang melahirkan setelah usia 35 tahun lebih berisiko melahirkan bayi yang lahir lebih dini atau lahir dengan berat badan kurang dari yang direkomendasikan. Selain itu, lebih berisiko juga melahirkan bayi dengan komplikasi masalah kesehatan.

  • Gangguan kesehatan pada sang ibu

Gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes dapat muncul di saat sedang hamil. Kondisi-kondisi ini lebih umum terjadi pada ibu hamil di usia 30 hingga 40-an. Selain itu, wanita hamil pada usia ini juga cenderung lebih berisiko mengalami komplikasi seperti plasenta previa dan praeklamsia.

  • Operasi caesar

Risiko komplikasi pada wanita yang hamil pada usia 35 ke atas, seperti plasenta previa, membuat mereka lebih sering menjalani proses persalinan dengan cara caesar.

 

Menciptakan Hamil Sehat di Atas 35 Tahun

Meski secara medis Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun, namun tetap ada cara yang dilakukan agar bayi dan ibu tetap sehat selama dalam kandungan dan setelah lahir. Jangan khawatir berlebihan karena sebagian besar ibu hamil di atas usia 35 mampu melahirkan bayi yang sehat.

  • Periksakan diri secara rutin, terutama di masa-masa awal kehamilan

Minggu-minggu pertama adalah masa penting pertumbuhan awal bayi. Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilan mereka untuk mendeteksi dan menangani kemungkinan kelainan pada bayi. Dengan pemeriksaan rutin, dokter juga dapat memberikan penanganan dini jika Anda berisiko atau terdeteksi mengalami diabetes gestasional dan praeklampsia.

  • Konsumsi vitamin untuk ibu hamil

Mengonsumsi vitamin asam folat setidaknya 400 mikrogram per hari sebelum dan selama 3 bulan pertama kehamilan dapat membantu mencegah cacat tubuh pada bayi, terutama saraf tulang belakang dan otak. Beberapa vitamin pra-kehamilan mengandung 800-1000 mikrogram asam folat yang masih tergolong aman. Namun sebaiknya hindari mengonsumsi lebih dari 1000 mikrogram asam folat.

  • Jaga berat badan agar tetap normal

Wanita dengan berat badan normal sebaiknya mengalami pertambahan berat 11-15 kilogram saat hamil sedangkan bagi mereka yang berlebihan berat badan, 6-11 kilogram. Pertambahan berat tubuh ibu hamil yang terlalu sedikit berisiko memengaruhi pergerakan bayi dan risiko lahir prematur. Sebaliknya, ibu hamil yang mengalami kelebihan berat badan berisiko lebih tinggi mengalami kondisi tertentu seperti diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi. Anda dapat menjaga berat badan tetap normal dengan cara:

  • Menerapkan pola makan sehat berimbang

Pilih sayuran dan buah segar, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak. Konsumsi juga makanan sumber kalsium dan asam folat untuk perkembangan bayi. Sebagai panduan, Anda dapat membaca selengkapnya tentang makanan sehat untuk ibu hamil.
Berolahraga secara teratur. Berolahraga teratur atau bergerak aktif tiap hari dapat meredakan stres dan menguatkan tubuh ibu hamil. Tanyakan mengenai kesehatan dan jenis olahraga yang akan dilakukan kepada dokter jika Anda mengidap kondisi tertentu, seperti diabetes.

  • Menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin

Merokok, mengonsumsi minuman keras, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat meningkatkan risiko kelainan mental dan fisik pada bayi dalam kandungan. Dengan menghindari ketiganya, Anda dapat memperkecil risiko praeklamsia dan risiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. Kondisi-kondisi ini umum dialami oleh wanita yang melahirkan di atas usia 35 tahun.

  • Hindari Stres

Faktor lain yang perlu dihindari oleh BuMil adalah stres berlebih. Tingkat stres berbeda-beda pada setiap orang tergantung kemampuan mengatasi stres atau memenej diri sendiri. Bagaimanapun, setiap BuMil hendaknya dapat menghindari atau mencegah stres karena akibatnya bisa buruk bagi janin.

  • Deteksi kelainan kromosom pada bayi

Pelajari dan jika perlu ambil tes-tes untuk mendeteksi kemungkinan kelainan kromosom pada bayi dalam kandungan.

Sebelum atau segera setelah mengetahui diri hamil, penting memutuskan untuk melakukan tes genetik, seperti chorionic villus sampling (CVS) untuk mendeteksi down syndrome. Tes ini umumnya dilakukan pada usia kandungan 11 minggu.

  • Skrining tekanan darah tinggi

Uji tekanan darah di semester pertama penting untuk menentukan risiko terjadinya pre-eklampsia.

  • Skrining diabetes gestational

Dokter merekomendasikan wanita di atas usia 35 tahun yang sedang hamil menjalani skrining glukosa pada trisemester pertama untuk mendeteksi kadar gula darah. Tes harus diulang antara 24 dan 28 minggu.

  • Diet tepat dan olahraga

Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes gestational. Ibu yang kelebihan berat badan juga mempengaruhi risiko anak mengalami diabetes di kemudian hari. Lupakan makan untuk berdua, tambahan 200-300 kalori sehari cukup bagi pertumbuhan janin. Pastikan makan lebih banyak protein tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, susu rendah lemak dan lemak sehat. Olahraga 30 menit lima hari dalam seminggu juga sangat ideal.

Dengan menjalani hidup sehat, kesempatan hamil saat berusia lebih dari 35 tahun tentu bukan halangan. Namun karena kita tidak bisa memprediksi masalah, akan lebih baik jika hamil di awal usia 30 tahun. Jika Anda berusia di atas 35 tahun dan telah lebih dari enam bulan belum berhasil mendapatkan bayi, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk merencanakan kehamilan secara lebih intensif.

Demikian pembahasan mengenai Fakta Resiko Hamil di Atas 35 Tahun, semoga bermanfaat. Baca juga artikel menarik lainnya : Obat Penyakit Sipilis Resep Dokter di Apotik

Ads Single Sample

Related Posts:

Leave your comment here:

Siap Kirim ke Seluruh Indonesia


Jakarta | Jember | Jepara | Jombang | Kajen | Karanganyar | Kebumen | Kediri | Kendal | Kepanjen | Klaten | Kraksaan | Kudus | Kuningan | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magelang | Magetan | Majalengka | Sumatera | Aek Kanopan | Arga Makmur | Arosuka | Balige | Banda Aceh | Bandar Lampung | Bagansiapiapi | Baganbatu | Bandar Seri Bintan | Bangkinang | Bangko | Banyuasin | Batam | Baturaja | Batusangkar | Bengkalis | Bengkulu | Binjai | Bintuhan | Bireuen | Blambangan Umpu | Blangpidie | Blang Kejeren | Bukittinggi |Dumai | Gedong Tataan | Gunung Sitoli | Gunung Sugih | Gunung Tua | Idi Rayeuk | Indralaya | Jambi | Jantho | Kabanjahe | Kalianda | Karang Baru | Karang Tinggi | Kayu Agung | Kepahiang | Kisaran | Koba | Kota Agung | Kotabumi | Kota Pinang | Kuala Tungkal | Kutacane | Lahat | Lahomi | Langsa | Lhokseumawe | Lhoksukon | Limapuluh | Liwa | Lotu | Lubuk Basung | Lubuk Bendaharo | Lubuk Linggau | Lubuk Pakam | Lubuk Sikaping | Manggar | Manna | Martapura (Sumatera Selatan) | Medan | Menggala | Mentok | Metro | Meulaboh | Muara Bungo | Muara Dua | Muara Enim | Muara Sabak | Muara Tebo | uaro Sijunjung | Mukomuko | Padang | Padang Aro | Padang Panjang | Padang Sidempuan | Pagaralam | Painan | Palembang | Pandan | Pangkalan Kerinci | Pangkal Pinang | Panguruan | Panyabungan | Pariaman | Parit Malintang | Pasir Pengarayan | Payakumbuh | Pekanbaru | Pematang Siantar | Prabumulih | Pringsewu | Rantau Prapat | Raya | Rengat | Sabang | Sarolangun | Sawahlunto | Sei Rampah | Sekayu | Selat Panjang | Sengeti | Siak Sri Indrapura | Sibolga | | Sinabang | Singkil | Sipirok | Solok | Stabat | Subulussalam | Sukadana | Suka Makmue | Sungailiat | Sungai Penuh | Takengon | Tais | Tanjung Balai (Sumatera Utara) | Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau) | Tanjung Enim | Tanjung Pandan | Tanjung Pinang | Tebing Tinggi (Sumatera Utara) | Tebing Tinggi (Sumatera Selatan) | Teluk Dalam | Teluk Kuantan | Tembilahan | Toboali | Tuapejat | Ujung Tanjung | Jawa | Ambarawa | Anyer | Bandung | Bangil | Banjar (Jawa Barat) | Banjarnegara | Bangkalan | Bantul | Banyumas | Banyuwangi | Batang | Batu | Bekasi | Blitar | Blora | Bogor | Bojonegoro | Bondowoso | Boyolali | Bumiayu | Brebes | Caruban | Cianjur | Ciamis | Cibinong | Cikampek | Cikarang | Cilacap | Cilegon | Cirebon | Demak | Depok | Garut | Gresik | Indramayu | Malang | Mojokerto | Mojosari | Mungkid | Ngamprah | Nganjuk | Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pandeglang | Pare | Pati | Pasuruan | Pekalongan | Pelabuhan Ratu | Pemalang | Ponorogo | Probolinggo | Purbalingga | Purwakarta | Purwodadi | Purwokerto | Purworejo | Rangkasbitung | Rembang | Salatiga | Sampang | Semarang | Serang | Sidayu | Sidoarjo | Singaparna | Situbondo | Slawi | Sleman | Soreang | Sragen | Subang | Sukabumi | Sukoharjo | Sumber | Sumedang | Sumenep | Surabaya | Surakarta | Tasikmalaya | Tangerang | Tangerang Selatan | Tegal | Temanggung | Tigaraksa | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Ungaran | Wates | Wlingi | Wonogiri | Wonosari | Wonosobo | Yogyakarta | Bali dan Nusa Tenggara | Atambua | Baa | Badung | Bajawa | Bangli | Bima | Denpasar | Dompu | Ende | Gianyar | Kalabahi | Karangasem | Kefamenanu | Klungkung | Kupang | Labuhan Bajo | Larantuka | Singaraja | Sumbawa Besar | Tabanan | Taliwang | Tambolaka | Tanjung (Nusa Tenggara Barat) | Negara,Bali | Kalimantan | Pontianak | Samarinda | Banjarmasin | Balikpapan | Singkawang | Palangkaraya | Ketapang | Sintang | Tarakan | Putussibau | Sambas | Sampit | Banjarbaru | Barabai | Batang Tarang | Batulicin | Bengkayang | Bontang | Kotabaru | Kuala Kapuas | Kuala Kurun | Kuala Pembuang | Malinau | Martapura | Muara Teweh | Nunukan | Pangkalan Bun | Paringin | Pelaihari | Penajam | Pulang Pisau | Rantau | Sangatta | Sebatik | Sekadau | Sendawar | Sukamara | Sungai Raya | Tamiang Layang | Tanah Grogot | Tanjung | Tanjung Selor | Tanjung Redeb | Tenggarong | Tideng Pale | Sulawesi | Airmadidi | Ampana | Amurang | Andolo | Banggai | Bantaeng | Barru | Bau-Bau | Benteng | Bitung | Bulukumba | Bungku | Buol | Buranga | Donggala | Enrekang | Gorontalo | Jeneponto | Kawangkoan | Kendari | Kolaka | Kotamobagu | Kota Raha | Kwandang | Lasusua | Luwuk | Majene | Makale | Makassar (Ujung Pandang) | Malili | amasa | Mamuju | Manado (Menado) | Marisa | Maros | Masamba | Melonguane | Ondong Siau | Palopo | Palu | Pangkajene | Pare-Pare | Parigi | Pasangkayu | Pinrang | Polewali | Poso | Rantepao | Ratahan | Rumbia | Sengkang | Sinjai | Sunggu Minasa | Suwawa | Tahuna | Takalar | Tilamuta | Toli Toli | Tomohon | Watampone | Watan Soppeng | Cliquers | Libuo Palma | Maluku dan Papua | Ambon | Biak | Halmahera Barat | Halmahera Selatan | Halmahera Tengah | Halmahera Timur | Halmahera Utara | Intan Jaya | Jayapura | Jayapura (kota) | Maluku Barat Daya | Maluku Tengah | Maluku Tenggara | Maluku Tenggara Barat | Mamberamo Raya | Mamberamo Tengah | Manokwari | Manokwari Selatan | Merauke | Mimika | Nabire | Puncak Jaya | Raja Ampat | Sorong | Sorong Selatan | Ternate | Aceh | Bali | Bangka Belitung | Banten | Jawa Barat | Jawa Tengah | Jawa Timur | Kalimantan Barat | Kalimantan Selatan | Kalimantan Tengah | Kalimantan Timur | Kalimantan Utara | Kepulauan Riau | Lampung | Maluku Utara | Maluku | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur | Papua Barat | Papua | Riau | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tengah | Sulawesi Tenggara | Sulawesi Utara | Sumatera Barat | Sumatera Selatan | Sumatera Utara | Pangkalpinang | Jakarta Barat | Jakarta Pusat | Jakarta Selatan | Jakarta Timur | Jakarta Utara | Cimahi | Banjar | Tanjungpinang | Tidore Kepulauan | Makassar | Parepare | Manado | Padangpanjang | Lubuklinggau | Pematangsiantar | Tebingtinggi | Tanjungbalai |

De Nature Indonesia - Green de Nature