Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi Dini - Green de Nature - Green de Nature

Home Gatal/Eksim Wasir/Ambeien Kutil/Mata Ikan Sipilis/Gonore Tumor/Kanker Herpes Obat Herbal Info Kesehatan
SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA
 
deNature Indonesia - Pusat Penjualan Obat Herbal Terbesar di Indonesia
Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia & luar negeri
 
Pemesanan obat hubungi
082266660226 (Call/SMS)
087719707073 (WhatsApp)
D3N47UR3 (PIN BBM)
   

Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi Dini

Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi Dini

Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi Dini – Pria kerap merasa keperkasaannya hilang di saat usia yang terus bertambah. Munculnya rasa khawatir menderita impotensi sampai ejakulasi dini menjadi persoalan yang membuat kaum Adam resah.

Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi DiniMasalah seksual seperti disfungsi ereksi juga berpengaruh pada kondisi psikis pria. Mulai dari stres, depresi, bahkan kecemasan bisa dialami para kaum adam ketika mereka mengalami disfungsi ereksi.

Ejakulasi dini merupakan suatu kondisi ketika pria mengalami ejakulasi lewat stimulasi seksual yang minim. Ejakulasi ini terjadi sebelum maupun tak lama sesudah penetrasi. Diprediksi sekitar 20-30 persen di seluruh dunia pernah mengalami ejakulasi dini dalam kehidupan mereka.

Jika kondisi ejakulasi dini berlangsung dalam beberapa waktu, bisa menjadi masalah bagi kepercayaan diri pria. Selain itu mereka juga jadi tertekan dan malu, bahkan kondisi ini bisa menimbulkan masalah dengan istri.

Penyebab ejakulasi dini terbagi dalam dua faktor, psikologis dan biologis :

  • Psikologis
  1. Pengalaman seksual pertama kali yang penuh dengan antusiasme sekaligus rasa cemas juga bisa memicu kondisi ejakulasi dini.
  2. Cemas berlebihan akan performa seksual maupun masalah hidup lain.
  3. Khawatir berlebihan alami disfungsi ereksi. Kekhawatiran memperatahankan ereksi malah bisa membuat stres yang berakhir terjadinya ejakulasi dini.

 

  • Biologis
  1. Tingkat hormon tidak normal.
  2. Tingkat neurotransmitter serotonin rendah.
  3. Masalah tiroid.
  4. Peradangan atau infeksi pada organ reproduksi terutama pada bagian prostat atau uretra.
  5. Kerusakan sisten saraf. Misalnya akibat trauma maupun operasi.
  6. Konsumsi obat-obatan.
  7. Penyakit diabetes atau kardiovaskular.

 

Segala fakta dan mitos mengenai penuaan yang sering dikaitkan dengan berbagai masalah seksual pada pria :

1. Kekuatan ereksi melemah
Ini fakta, karena memang semakin tua usia seorang pria, kekuatan ereksinya pun menurun. Bahkan, pada pria yang diketahui megidap diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi dapat mengalami gangguan ereksi di usia yang lebih muda.

2. Penis kecil memengaruhi kualitas hubungan seks
Ini mitos. Sayangnya banyak pria yang punya pandangan salah bahwa sex yang hebat butuh penis yang besar dan panjang. Sehingga tidak heran jika cukup banyak pria yang ingin memperbesar penis melalui prosedur yang salah dan tidak aman. Padahal, itu dapat mengganggu kemampuan ereksi pria.

3. Obat kuat tingkatkan kualitas rangsangan seksual
Sudah jelas ini fakta, karena obat kuat tidak punya kemampuan tingkatkan rangsangan seksual. Obat ini hanya akan meningkatkan aliran darah ke penis dengan tujuan membuat ereksi pada orang dengan gangguan ereksi.

4. Obat kuat sebabkan kemampuan
Meski sangat jarang, tapi pernyataan ini ada benarnya. Penggunaan obat kuat tanpa ada anjuran dari dokter, bisa saja berujung kematian, apalagi bila yang meminumnya adalah penderita penyakit jantung.

5. Penuaan sebabkan gairah seksual menurun
Bagi mereka yang berumur di atas 50 tahun, sex bukan lagi soal seberapa sering, tapi lebih melihat kualitasnya. Nadia menjelaskan, hasil survei National Council on Aging pada pria berumur di atas 60 tahun yang melakukan hubungan seks rutin menunjukkan, sebanyak 74 persen merasa puas dengan kehidupan sex di usia tua dibanding saat masih berumur 40 tahun.

 

Disfungsi ereksi secara psikologis bisa membuat pria stres hingga ia sulit mengalihkan pikiran dari masalah dalam kehidupannya. Apalagi jika gagal di satu bidang, pria cenderung mensugestikan dirinya harus ‘kuat’ di bidang lain.

Misalnya dia nggak bagus prestasinya di kantor, tapi pria berpikir di urusan ranjang dia harus bagus nih. Tapi tanpa disadari, tuntutan seperti itu justru bikin dia makin stres. Selain itu, disfungsi ereksi juga membuat pria mood-nya nggak bagus.

Tak hanya itu, ketika terjadi disfungsi ereksi, pengaruhnya adalah low self esteem pada pria. Disfungsi ereksi baik karena hipogonadisme atau faktor psikologis lain bisa membuat pria merasa insecure terhadap dirinya, tidak berkompeten sebagai pria, tidak percaya diri, dan merasa dirinya kurang dibanding pria lain.

Pria yang mengalami disfungsi ereksi juga bisa merasa tidak mampu memuaskan pasangan. Akibatnya, performa dalam bekerja, mengerjakan hobi, atau kegiatan seksual pun menurun. Selain stres, kecemasan juga bisa dirasakan oleh pria dengan disfungsi ereksi. Kecemasan itu bisa menimbulkan beberapa pertanyaan yang meresahkan bagi pria.

Contohnya ‘bagaimana kalau saya seperti ini selamanya, tidak bisa ereksi’; ‘pasti pasangan akan meninggalkan saya karena tidak bisa memuaskan’; ‘tidak akan ada wanita yang mau sama saya’; dan ‘saya pun tidak bisa merasakan kenikmatan’.

Saat kecemasan itu datang, akibatnya pria jadi sulit fokus dan konsentrasi, obsesif dan yang dipikirin itu-itu saja. Seperti gimana supaya ereksi, apa akibatnya kalau nggak bisa ereksi sehingga timbul gejala cemas seperti deg-degan, keringat dingin, dan gangguan napas. Saat cemas, ekspektasi justru makin tinggi pada kemampuan ereksi. Hari ini dia nggak bisa ereksi, besok harus bisa.

Saat disfungsi ereksi tak segera ditangani, pria juga berisiko mengalami depresi di mana ia merasa diri dan masa depannya buruk. Pada kondisi ini, pria bisa berpikir jika ia bukan lelaki tulen, tidak sehebat pria lain, tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, pasangan akan melihat dirinya buruk, dan dia memiliki masa depan yang buruk. Ketika merasa depresi, pria juga merasa sedih, tidak nyaman, dan kehilangan minat pada sesuatu sekaligus menghindari aktivitas sosial.

Disfungsi ereksi juga bisa memicu masalah dengan pasangan. Si pria jadi menghindari kontak fisik atau hubungan intim dengan pasangan, menolak punya pasangan, juga merasa bersalah terhadap pasangan. Saat mengetahui pria seperti itu, si wanita pun berpikir dia tidak menarik dan tidak dicintai lagi, merasa insecure dengan pasangan, serta merasa bersalah, akhirnya muncul konflik dengan pasangan.

Untuk itu, jika pria mengalami masalah disfungsi ereksi, segeralah mencari pertolongan. Toh ketika si pria mengalami hal itu setelah berumah tangga, jangan segan bicarakan dengan istri supaya bisa bersama-sama dicari penyebab dan ditemukan solusi yang tepat.

Demikian ulasan tentang Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi Dini, semoga bermanfaat. Baca juga : Antibiotik Pengobatan Penyakit Sipilis di Apotik

Ads Single Sample
Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi Dini
Artikel "Fakta atau Mitos Terkait Impotensi dan Stress Sebabkan Ejakulasi Dini" ditulis oleh admin update terakhir pada 17th Agustus 2017 Categories: Tips Kesehatan Tags: , permalinks http://greendenature.com/fakta-atau-mitos-terkait-impotensi-dan-stress-sebabkan-ejakulasi-dini.html di Green de Nature

Related Posts:

Leave your comment here:

Siap Kirim ke Seluruh Indonesia


Jakarta | Jember | Jepara | Jombang | Kajen | Karanganyar | Kebumen | Kediri | Kendal | Kepanjen | Klaten | Kraksaan | Kudus | Kuningan | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magelang | Magetan | Majalengka | Sumatera | Aek Kanopan | Arga Makmur | Arosuka | Balige | Banda Aceh | Bandar Lampung | Bagansiapiapi | Baganbatu | Bandar Seri Bintan | Bangkinang | Bangko | Banyuasin | Batam | Baturaja | Batusangkar | Bengkalis | Bengkulu | Binjai | Bintuhan | Bireuen | Blambangan Umpu | Blangpidie | Blang Kejeren | Bukittinggi |Dumai | Gedong Tataan | Gunung Sitoli | Gunung Sugih | Gunung Tua | Idi Rayeuk | Indralaya | Jambi | Jantho | Kabanjahe | Kalianda | Karang Baru | Karang Tinggi | Kayu Agung | Kepahiang | Kisaran | Koba | Kota Agung | Kotabumi | Kota Pinang | Kuala Tungkal | Kutacane | Lahat | Lahomi | Langsa | Lhokseumawe | Lhoksukon | Limapuluh | Liwa | Lotu | Lubuk Basung | Lubuk Bendaharo | Lubuk Linggau | Lubuk Pakam | Lubuk Sikaping | Manggar | Manna | Martapura (Sumatera Selatan) | Medan | Menggala | Mentok | Metro | Meulaboh | Muara Bungo | Muara Dua | Muara Enim | Muara Sabak | Muara Tebo | uaro Sijunjung | Mukomuko | Padang | Padang Aro | Padang Panjang | Padang Sidempuan | Pagaralam | Painan | Palembang | Pandan | Pangkalan Kerinci | Pangkal Pinang | Panguruan | Panyabungan | Pariaman | Parit Malintang | Pasir Pengarayan | Payakumbuh | Pekanbaru | Pematang Siantar | Prabumulih | Pringsewu | Rantau Prapat | Raya | Rengat | Sabang | Sarolangun | Sawahlunto | Sei Rampah | Sekayu | Selat Panjang | Sengeti | Siak Sri Indrapura | Sibolga | | Sinabang | Singkil | Sipirok | Solok | Stabat | Subulussalam | Sukadana | Suka Makmue | Sungailiat | Sungai Penuh | Takengon | Tais | Tanjung Balai (Sumatera Utara) | Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau) | Tanjung Enim | Tanjung Pandan | Tanjung Pinang | Tebing Tinggi (Sumatera Utara) | Tebing Tinggi (Sumatera Selatan) | Teluk Dalam | Teluk Kuantan | Tembilahan | Toboali | Tuapejat | Ujung Tanjung | Jawa | Ambarawa | Anyer | Bandung | Bangil | Banjar (Jawa Barat) | Banjarnegara | Bangkalan | Bantul | Banyumas | Banyuwangi | Batang | Batu | Bekasi | Blitar | Blora | Bogor | Bojonegoro | Bondowoso | Boyolali | Bumiayu | Brebes | Caruban | Cianjur | Ciamis | Cibinong | Cikampek | Cikarang | Cilacap | Cilegon | Cirebon | Demak | Depok | Garut | Gresik | Indramayu | Malang | Mojokerto | Mojosari | Mungkid | Ngamprah | Nganjuk | Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pandeglang | Pare | Pati | Pasuruan | Pekalongan | Pelabuhan Ratu | Pemalang | Ponorogo | Probolinggo | Purbalingga | Purwakarta | Purwodadi | Purwokerto | Purworejo | Rangkasbitung | Rembang | Salatiga | Sampang | Semarang | Serang | Sidayu | Sidoarjo | Singaparna | Situbondo | Slawi | Sleman | Soreang | Sragen | Subang | Sukabumi | Sukoharjo | Sumber | Sumedang | Sumenep | Surabaya | Surakarta | Tasikmalaya | Tangerang | Tangerang Selatan | Tegal | Temanggung | Tigaraksa | Trenggalek | Tuban | Tulungagung | Ungaran | Wates | Wlingi | Wonogiri | Wonosari | Wonosobo | Yogyakarta | Bali dan Nusa Tenggara | Atambua | Baa | Badung | Bajawa | Bangli | Bima | Denpasar | Dompu | Ende | Gianyar | Kalabahi | Karangasem | Kefamenanu | Klungkung | Kupang | Labuhan Bajo | Larantuka | Singaraja | Sumbawa Besar | Tabanan | Taliwang | Tambolaka | Tanjung (Nusa Tenggara Barat) | Negara,Bali | Kalimantan | Pontianak | Samarinda | Banjarmasin | Balikpapan | Singkawang | Palangkaraya | Ketapang | Sintang | Tarakan | Putussibau | Sambas | Sampit | Banjarbaru | Barabai | Batang Tarang | Batulicin | Bengkayang | Bontang | Kotabaru | Kuala Kapuas | Kuala Kurun | Kuala Pembuang | Malinau | Martapura | Muara Teweh | Nunukan | Pangkalan Bun | Paringin | Pelaihari | Penajam | Pulang Pisau | Rantau | Sangatta | Sebatik | Sekadau | Sendawar | Sukamara | Sungai Raya | Tamiang Layang | Tanah Grogot | Tanjung | Tanjung Selor | Tanjung Redeb | Tenggarong | Tideng Pale | Sulawesi | Airmadidi | Ampana | Amurang | Andolo | Banggai | Bantaeng | Barru | Bau-Bau | Benteng | Bitung | Bulukumba | Bungku | Buol | Buranga | Donggala | Enrekang | Gorontalo | Jeneponto | Kawangkoan | Kendari | Kolaka | Kotamobagu | Kota Raha | Kwandang | Lasusua | Luwuk | Majene | Makale | Makassar (Ujung Pandang) | Malili | amasa | Mamuju | Manado (Menado) | Marisa | Maros | Masamba | Melonguane | Ondong Siau | Palopo | Palu | Pangkajene | Pare-Pare | Parigi | Pasangkayu | Pinrang | Polewali | Poso | Rantepao | Ratahan | Rumbia | Sengkang | Sinjai | Sunggu Minasa | Suwawa | Tahuna | Takalar | Tilamuta | Toli Toli | Tomohon | Watampone | Watan Soppeng | Cliquers | Libuo Palma | Maluku dan Papua | Ambon | Biak | Halmahera Barat | Halmahera Selatan | Halmahera Tengah | Halmahera Timur | Halmahera Utara | Intan Jaya | Jayapura | Jayapura (kota) | Maluku Barat Daya | Maluku Tengah | Maluku Tenggara | Maluku Tenggara Barat | Mamberamo Raya | Mamberamo Tengah | Manokwari | Manokwari Selatan | Merauke | Mimika | Nabire | Puncak Jaya | Raja Ampat | Sorong | Sorong Selatan | Ternate | Aceh | Bali | Bangka Belitung | Banten | Jawa Barat | Jawa Tengah | Jawa Timur | Kalimantan Barat | Kalimantan Selatan | Kalimantan Tengah | Kalimantan Timur | Kalimantan Utara | Kepulauan Riau | Lampung | Maluku Utara | Maluku | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur | Papua Barat | Papua | Riau | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tengah | Sulawesi Tenggara | Sulawesi Utara | Sumatera Barat | Sumatera Selatan | Sumatera Utara | Pangkalpinang | Jakarta Barat | Jakarta Pusat | Jakarta Selatan | Jakarta Timur | Jakarta Utara | Cimahi | Banjar | Tanjungpinang | Tidore Kepulauan | Makassar | Parepare | Manado | Padangpanjang | Lubuklinggau | Pematangsiantar | Tebingtinggi | Tanjungbalai |

De Nature Indonesia - Green de Nature